Rabu, 26 Juli 2017

Please....

Hai Someone out there....
Apakah saya bisa minta tolong?
Bisakah?
Tolong
Jadilah seseorang yang bahagia
Jika kamu bahagia
Saya akan bahagia melihatmu
Meskipun saya tahu itu menyakitkan juga untuk saya
Tapi apakah kamu ingat
Percakapan kita 1 tahun lalu?
Saya akan bahagia saat kamu bahagia
Begitu pula
Saya akan menjadi seseorang paling sedih
Ketika saya melihat kamu sedih
Jadi
Tolong
Bisakah kamu bahagia?
Saya sudah terlalu sakit untuk menjauhimu
Saya sudah terlalu sakit telah dijauhimu
Saya tahu saya adalah wanita paling bodoh didunia
Yang masih tidak bisa berpindah kelain hati
Maafkan saya
Tapi saya tidak bisa berbuat banyak
Bahkan untuk menjadikan kamu teman
Itu sangat sulit
Sulit sekali
Mengapa?
Karena disaat saya melampaui ketakutan saya
Kamu tidak merespon pertanyaan saya
Ajakan saya
Bagaimana bisa kita berteman seperti dahulu kala
Jika kamu tidak membiarkanku untuk berbicara denganmu?
Sebenarnya sia2 juga saya menulis ini karena kamu tidak akan membacanya.
Ini hanya cuitan tak berguna saya tentang kamu
Biarkan saya yang merasakan penyakitan ini seorang diri:)
Tapi jika kamu benar benar mencintai saya
Bisakah kamu mengetuk pintu itu lagi?
Please...
Please... Be Happy Man....:)


Sabtu, 15 Juli 2017

Lost A friend

Kala itu aku termenung.
Merenung akan seseorang yang membuatku tersenyum tiap malam.
Membuatku bercerita apapun itu.
Menjadikannya tempat bercerita.
Lalu renunganku itu menghasilkan air yang berasal dari mata.
Air yang membawa kala itu menjadi kelabu.
Air yang menciptakan hari-hari ku menjadi tidak bersemangat.
Aku sadar seseorang itu sudah pergi menjauh entah kemana.
Bukan, bukan itu yang terjadi.
Dia tidak mati.
Dia hanya pergi.
Dia berbeda.
Dia yang kukenal sudah tiada.
Ya. hanya itu.

Tapi, sekarang aku sadar.
Tetesan air mata itu bukan karena dia.
Bukan karena dia pergi entah kemana.
Tapi, tetesan air mata itu hanya karena aku kehilangan seorang teman.
Teman yang telah menjadi tempat ku mengeluh.
Tempat aku mengutarakan rahasia ku yang tidak aku utarakan kesiapapun.
Ya.
Aku hanya kesepian.
Dan memikirkan dia.
Dan sekarang aku sudah membiarkannya dia pergi.
Pergi dari kehidupanku yang berbulan-bulan ini membuatku bertanyatanya.
Bagaimana tidak.
Dia membuat puisi dalam berbahasa inggris yang sepertinya menceritakan kisah kami.
Terlalu GR kah aku?

Yea. I'm super duper sok2an buat begini2an. But, i just wanna share my story. Kira-kira 1 tahun yang lalu saya merasakan hal yang benar-benar membuat saya bahagia. I wanna tell from begin.

Kira-kira Januari 2016 saya menyadari seseorang yang benar-benar membuat saya kagum. Bagaimana tidak, seseorang yang saya tidak hiraukan kenal saya dan seseorang itu cukup terkenal di kampus saya. Pagi itu, saat saya terbangun dari tidur dan mengambil segelas air putih dimana saya sedang ada di suatu villa bersama teman-teman saya. Pada saat itu, ada seseorang menanyakan kondisi saya yang mana saya tidak terlalu kenal dia. Pada saat itu saya mulai berbicara padanya untuk pertama kali. Mulai saat itu, saya menjadi memerhatikan dia. Ternyata dia seseorang yang sangat peduli kepada teman-temannya. Ya. Saya mulai terbawa perasaan. Dia baik kepada saya. Peduli. Tapi ternyata dia memang peduli kesemua orang. Jadi, saya memutuskan untuk tidak baper.

Hari demi hari saya lewati dengan tidak peduli dengan siapapun di kampus saya terutama cowo. Suatu ketika, teman saya yang sudah saya kenal dari awal semester perkuliahan mengatakan bahwa dia menyukai seseorang dan saya mencoba menebaknya. Tidak diragukan lagi, tebakan saya selalu benar. Ternyata dia menyukai seseorang yang membuat saya sempat baper. Dia memang seseorang lelaki yang saya kenal baik, peduli, out of the box. Mulai hari saya berhasil menebak seseorang yang teman saya sukai, saya langsung bisa mengambil kesimpulan bahwa lelaki itu flirty ke semua perempuan.

Pada suatu momen, ada sebuah acara yang membuat saya menjadi seorang koordinator dan ternyata 'dia' menjadi atasan saya. Di saat ini, saya benar2 tidak menyukainya, biasa aja kayak teman biasa. Jadi saya tidak menghiraukan penampilan saya dan berlaku seenak senyaman saya. Waktu demi waktu saya jalani dan tara!!! saya dengannya menjadi dekat. Membuat malam hariku menjadi malam yang menyenangkan. Saya tidak melakukan hal 'itu' kok. Saya hanya chat dengan dia chat random. Yang berawal dari kebodohan saya, lama-lama benar2 membuat saya tertarik dengannya lagi.

Detik demi detik, menit demi menit, saya lewati tiap malam dengan tersenyum sekaligus tertawa kecil. Yea, I'm happiest girl and grateful. Sampai suatu hari itu datang. Hari dimana banyak sekali awan hitam muncul. Perasaan tidak enak ke teman saya, bosan, masalah keluarga, masalah kuliah, masalah ini itu aaaa, hari itu rasanya saya ingin masuk ke ICU atau jalan ditengah tol dan teriak atau hilang di hutan atau semacamnya. Saya memutuskan untuk pergi tapi setengah diri saya tidak menerimanya dan melakukan hal-hal yang sangat sangat bodoh. Mungkin sekarang dia sangat jijik kepada saya. I guess.

1 bulan... 2bulan.... saya mencoba melupakannya saya kira akan berhasil untuk menyibukkan diri saya dan memulai yang baru dengan yang lain. Ternyata tidak. Saya membuat diri saya kelelahan dan membuat saya mempunyai suatu hubungan yang saya tidak suka bahkan sayang kepada orang itu. Ternyata perasaan ini terlalu dalam. Jadi saya memutuskan untuk menghentikan hubungan itu dan menikmati hari-hari saya sendirian dan bersama teman saya pastinya.

Tapi saya benar-benar menikmati saat-saat itu. Saat2 kata2 manis ada di layar hp saya. Btw, saya masih menyimpan chat saya yang saya ss tepat satu tahun lalu. 16 juli 2016. I'm weirdo. Freak. Iuh but sorry not sorry. Cause everytime with u is wonderful. HA. Lebay.

Always believing him even i said no. :)

Sekarang, saya benar-benar merelakan dia pergi dan tidak mengharapkannya lagi. 100% .
I've just lost a friend who know me so well. I guess. Be happy ya. Have fun tho.

The sweetest things he did for me that no one else thought:
1. Check my temperatured (put his hand on my forehead)
2. Gave his jacket when raining out there.
3. Open my door and let me into his car.
4. Worrying about me. everytime.
5. Loving me. thx:)

[Last, i'm realized that he is not for me and i knew that we are in two different world wasn't it?]





YOU (3)