Sabtu, 26 Agustus 2017

YOU (3)

3 ; Menyukaimu

Mataku terbelalak, bangun tanpa persiapan. Membuat kepala pening. Lagi dan lagi aku tidak siap untuk berangkat ke kampus. Tidak jelas. Lontang lantung bak pengemis yang tak punya arah untuk pulang. Ya setidaknya aku mempunyai rumah tempatku bermimpi indah. Bermimpi dan berkarya di dunia yang lain, di dunia wonderland.

Aku masih tak terbiasa dengan dunia perkuliahan padahal aku sudah berada di semester 4. Hatiku selalu bertanya tanya kenapa aku masih tidak terlalu nyaman disini why?why?why?. Tidak ada seseorang yang pas untuk tempatku mengeluh segala sesuatu. Bahkan untuk menjadi diriku sendiri yang cerewet gaada berhentinya, belajar sambil main sambil ketawa, nyeleneh, dan lain lain aku tidak bisa. Jadi, aku memutuskan untuk menyesuaikan diriku ke lingkunganku dengan ikut menjadi anggota di himpunan jurusan dan ikut dalam suatu kepanitiaan ospek jurusan. Kebetulan, aku diajak oleh teman yang dulunya satu gedung asrama denganku. Aku diajak menjadi ketua medis dan dibawahi oleh koor penunjang yaitu Farhan.

Hari demi hari aku jalani dengan tidak memperdulikan percintaan. Ya meskipun ada beberapa lelaki yang mencoba mendekatiku tapi aku tidak terlalu excited untuk membalasnya. Sama sekali. 2 bulan ini aku jalani dengan mencoba berteman dengan siapapun, menjadi diriku sendiri yang tidak takut oleh seseorang, tertawa padahal tidak tahu apa yang ditertawakan, dan tidak lupa untuk ngecengin April yang menyukai seseorang yang baik ke semua orang yang ngebaperin semua orang. I’m totally didn’t like him as crush, aku hanya ingin berteman dengannya dan tidak mengharapkan dekat lebih dari teman. Entah dia sadar atau tidak, aku dan April sering memerhatikan dia untuk menjadikannya bahan cengan, hehe sorry not sorry Farhan.

Akhirnya hari itu tiba, hari dimana aku bersama teman-temanku mementaskan tarian padang dalam acara seni fakultasku. Saat kita sedang menunggu waktu  pentas, Farhan datang ke tempat persiapan kita yang berada di sekretariatan himpunan jurusan. Ia ingin mengambil suatu barang di tempat yang dia anggap menjadi lokernya. Padahal bukan. Dengan semangatnya April menghampiri Farhan dan bertanya “Mau ngapain lu?”, “tolong ambilin plastik putih dong disana” (menunjuk plastik yang berada jauh darinya). April bergegas mengambil plastik itu dan memberikannya kepada Farhan. “Thanks ya pril” tambah Farhan. Karena April tidak ingin pembicaraannya berhenti sampai disana, April kembali membuat bahan obrolan dengan membawa namaku “eh han, Yara cantik ga? Itu gue yang dandanin loh”, what aku shock kenapa sih nama aku dibawa-bawa. Aku yang duduk jauh dari mereka hanya melihat dan mungkin mukaku berubah menjadi rada aneh. “iya, lu juga cantik pril” jawab Farhan dan langsung meninggalkan April karena dia dipanggil oleh temannya. “ciaelaaah terbang nih priiil, lu juga cantik kok prrriiiiil” ledekku ke April. Muka April berubah menjadi apel merah-merah gitcuuuw.... Saat kita sudah dipanggil untuk bersiap-siap ke ruangan tempat kita tampil dan menunggu di depan ruangan tersebut, Farhan terlihat bolak balik tidak tahu arah sepertinya dia kehilangan temannya seperti Hachi yang kehilangan ibunya. Hehe. Karena April dan gengnya sedang ingin berfoto tetapi tidak ada yang motoin, salah satu anggota geng mereka memanggil Farhan dan mengajak dia untuk foto bersama April. Setelah itu, mereka meminta Farhan untuk memotret mereka. Aku tahu April pasti keringet dingin sih.... Hahaha ikut seneng deh ngeliat temanku yang satu itu seneng.

“drrrt drrttt” suara getaran hpku terdengar menandakan ada chat masuk atau sms masuk atau apalah. Saat aku lihat, ternyata chat dari grup PI-BPH ospek jurusanku mengajak untuk mengadakan tim building(timbul)  kayak mempererat hubungan antar pi-bph gitu deh tapi dibarengi oleh rapat. Memang ada banyak kendala dalam mengadakan ospek jurusanku kaliini tapi aku tidak akan menceritakannya karena akan panjang sekali ceritanya bisa-bisa dijadiin novel beneran. Yeu Ge-eR. Aku memutuskan untuk ikut timbul itu, kebetulan timbulnya diadakan dirumah Farhan.
Hari-H timbul pun tiba, aku dan PI-BPH yang ikut dibagi menjadi 2 mobil. Mobil Farhan dan mobil Eza, aku ikut di rombongan mobil Farhan yang kapasitasnya lumayan besar. Sesampainya dirumah Farhan, kita bersih-bersih diri dan lanjut ke rapat yang super duper hiper membosankan. Pukul 11 malam, otak kita sudah tidak bisa menerima pendapat dan berfikir jadi kita putuskan untuk menghentikan rapat. Karena kita tidak bisa tidur, kita memutuskan untuk bermain truth or dare. Ada pertanyaan yang mereka tanyakan padaku tapi ada satu pertanyaan yang membuatku sedikit bertanya dalam hati kenapa Farhan tiba-tiba bertanya itu kepadaku. “Yar, suka sama gue ga?” tanya Farhan kepadaku. Belum sempat aku menjawab, Eza menyamber dengan pertanyaan yang sama. Tanpa basa-basi aku menjawab “iya gue suka kok sama lo han, za”. Saat itu aku tidak terlalu memikirkan pertanyaan itu, tapi setelah aku pulang dari acara timbul itu aku jadi kepikiran. Kesal.

2 bulan berlalu dan mahasiswa baru yang masuk melewati jalur undangan telah diumumkan. Aku dan Farhan sudah menjadi dekat layaknya teman dekat. Aku juga menjadi dekat dengan Maulana yang menjadi ketua HPD dan Ica yang menjadi ketua kesekretariatan. Tentu dengan Anti aku juga dekat, tapi dia terlalu banyak belajar dan sibuk di organisasi universitas. Pada hari-H pendaftaran ulang mahasiswa baru yang melewati jalur undangan, aku dan PI-BPH mengisi di stand jurusan untuk menerangkan ospek jurusanku akan seperti apa dan lain sebagainya. Karena kita sudah datang dari pukul 8, rasanya capek sekali apalagi aku juga sedang tidak enak badan. Kebiasaanku kalau batuk yang tak bisa berhenti karena aku juga mempunyai ashma jadi saat batuk tubuhku terkadang sampai lemas. Saat aku tidak kuasa untuk menahan batukku, aku meminta tolong Farhan untuk masuk ke mobilnya dan ngadem disana karena diluar terlalu panas dan bengekku kambuh. Farhan duduk di kursi supir dan aku duduk tepat di kursi belakangnya. “kok lu duduk dibelakang deh yar, sini duduk samping gue”,”duh, gakuat gue males pindahnya ehehe” tambahku. Farhan yang terlihat seperti mengkhawatirkanku melihatku menghadap kebelakang dengan tatapan yang khawatir seperti ayah yang sedang khawatir terhadap anaknya yang sedang sakit. “lu mau gue beliin obat yar?” Tanyanya, “gausah, bentar lagi juga sembuh maaf ya ngerepotin” jawabku. “apaandeh ga sama sekali lagi, cepet sembuh ya yar”, dan beberapa topik kita bicarakan berdua dengan tidak berhadapan, sesekali Farhan menatapku dengan menghadap kebelakang. Saat aku sudah mendingan, aku dan Farhan memutuskan untuk keluar dari mobil.

Beberapa hari kemudian, setelah rapat PI-BPH selesai, aku dan beberapa temanku ke kantin fakultasku untuk istirahat sebentar sebelum pulang. Aku berencana untuk pulang bersama temanku dari jurusan yang berbeda dan janjian pukul 8 malam untuk pulang bersama. Jam sudah menunjukkan pukul 6, salah satu temanku Rani izin untuk sholat. Karena saat itu aku sedang berhalangan, aku memutuskan untuk tetap di kantin Fakultas bersama dengan 2 orang PI-BPH yang tersisa yaitu Farhan dan Ami. Saat kita tidak ada obrolan sama sekali, Farhan membuka obrolan “Yar, lagi deket sama siapa?” aku yang sedang bermain telepon genggam kaget mendengar pertanyaan itu. “ha? Kenapa emang? Kok nanya gitu? Ga kok gue lagi ga deket sama siapa-siapa” akhirnya aku memutuskan untuk menjawab pertanyaan yang membuatku rada shock itu, “terus lagi suka sama siapa?” Tanyanya lagi “kok nanya ke gue doang, ke Ami dooong”, “kalo Ami mah gue udah tau, lu suka sama gue kan mi?”, Ami yang sedang menjawab chat dari handphonenya menjawab dengan ketidaksadaran yang terlalu sadar “iyalah gue sukanya sama lo han, pasti hahah”, “tuhkan bener, sekarang lu suka sama siapa yar?” saat yang bersamaan Rani datang dan mengajak kita untuk pulang. “coba tanya sama Rani dia suka sama siapa”, “Ran lu suka sama siapa?” tanya farhan “gue suka sama lo lah han sama siapa lagi” sambil membentuk jarinya menyerupai bentuk hati. “ya gue juga sama lo deh han yuhuuu” sambil tertawa kecil karena aku tidak tahu ingin menjawab apa. Lalu Rani memaksa kita untuk pulang karena sudah lumayan gelap dan Farhan menawarkan untuk memberikan tumpangan  ke stasiun. Karena aku sudah janjian dengan temanku untuk pulang bersama, aku bingung karena akan sendirian tapi ternyata tidak, Farhan mengajakku untuk ikut mengantar Ami dan Rani ke stasiun.

Setelah kita mengantar mereka berdua ke stasiun, kita memutuskan untuk kembali ke fakultas. “Yar, gue mau nge cas dulu dimobil ya”, “okedeh gue temenin” balasku. Di mobil inilah aku dan Farhan menjadi lebih dekat, membicarakan keluarga, curhat, dan lain-lain. Dan untuk pertama kalinya, aku senyaman ini ngobrol dengan lelaki yang baru aku kenal beberapa minggu. Aku tidak ragu untuk membicarakan isi hatiku dan menjadi the real me. Tanpa kita sadari, jam sudah menunjukkan pukul 8 dan temanku sudah menanyakan aku dimana lewat aplikasi dari korea itu. Dan pada saat itu, aku berfikir dari tatapan Farhan ke aku, perilaku dia terhadapku akhir-akhir ini, seperti sedang mempunyai rasa yang lebih terhadapku. Dan pada saat itu juga, aku menjadi memikirkan Farhan terus menerus. Apakah ini yang dinamakan menyukai seseorang?



(Juni, 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

YOU (3)