Selasa, 08 Agustus 2017

YOU (1)

1 ; Pertemuan.


Di kala sang Raja belum sempat menyemangati pagi, aku sudah terbangun dari mimpi yang entah apa itu bentuknya. Seperti biasa aku mengambil air untuk ibadah malam menjelang pagi. Karena tenggorokkanku merasa kering aku memberanikan diri keluar kamar untuk mengambil segelas air putih. Saat ini aku sedang menginap di suatu villa di daerah puncak bersama teman seangakatan kampusku. Ya aku adalah seorang mahasiswi yang sedang menempuh semester 4. Teman-temanku biasa memanggilku Yara.

Saat aku sedang mengambil gelas untuk minum, tiba-tiba Farhan, salah satu temanku berdiri di depanku dan bertanya "kok udah bangun Yar?", "iya tenggorokan gue kering" jawabku, "minum air anget aja itu kayaknya panas deh yang merah ntar lu campurin aja sama yang biasa biar ga panas banget" sambil menunjuk dispenser yang ada di ujung meja dapur. 'Ini orang perhatian banget kenal juga kagak deh' gerutuku dalam hati. "iya ini juga mau minum air anget kok hehe. Lo belum tidur?" akhirnya aku memilih jawaban friendly dan mulai bertanya biar tidak terlihat kaku. "iya nih gabisa tidur, gue sholat dulu ya yar", Aku hanya mengangguk sambil meminum air hangat untuk menyembuhkan tenggorokanku.

Aku dengan Farhan hanya tau nama saja, meskipun kita seangkatan tapi aku tidak terlalu peduli dengan angkatanku dan dari ospek pertamakali masuk aku juga tidak terlalu tertarik dengan anak kampusku. Aku merasa tidak cocok dengan kebiasaanku yang malas sekali belajar sedangkan teman-teman dikampusku, setiap hari belajar. Aku memutuskan untuk ikut ke villa itu juga karena aku ingin ber adaptasi dengan teman-temanku. Aku ingin berubah dan lebih menerima lingkunganku yang seperti ini. Karena bagaimanapun teman-temanku ini lah yang akan menemani 3 tahunku selanjutnya.

Sang Rajapun mulai meneriaki teman-temanku untuk membuka mata dan mulai aktivitas di villa yaitu bermalas-malasan. Kerjaan kita hanya makan, main poker/uno, tidur-tiduran, ngobrol, renang dan lain sebagainya. Tujuan kita kesini memang untuk liburan tanpa memikirkan kampus yang sangat membuat kepala pusing. Kita menginap di villa selama 2 hari 2 malam. Malam pertama aku dan teman-temanku dibagi menjadi beberapa kelompok untuk berlomba membakar jagung, sosis, dan bakso. Tapi sayangnya kelompokku tidak menang, karena masakkan kelompokku biasa sekali. Tidak seperti malam-malam biasanya, aku bisa tertidur pulas di tempat yang asing. Mungkin karena aku kecapekan. 

Hari pertama aku dan teman-temanku menghabiskan waktu hanya bermain kartu poker/uno atau ngobrol ngobrol santai, ketawa-ketiwi, foto-foto. Akhinya aku merasa nyaman dengan teman-temanku di kampus. Karena selama 3 semester ini, aku tidak terlalu betah di kampus. Mereka bilang sih kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) atau kunang-kunang (kuliah nongkrong-kuliah nongkrong) sayangnya aku tidak nongkrong dengan teman kampusku.

Sang dewipun terlihat tersenyum. Malam terakhir di villa ini tiba-tiba berubah menjadi biru. Sejak kejadian tadi pagi, aku jadi memperhatikan Farhan. Mataku tidak bisa terlepas darinya. Aku menjadi pemikir yang sangat sangat berfikir. Mungkin para penemu-penemu saintis kalah berfikir dengan pemikiranku kali ini. Aku terbawa perasaan. Tak biasanya aku seperti ini. Diberikan perhatian oleh seseorang yang tidak dekat denganku bahkan kenalpun tidak. Malam ini ada acara api unggun dan beberapa temanku yang mempersiapkan acara ini mempersembahkan suatu puisi. Kita duduk mengelilingi api unggun bercerita tentang teman-teman kita yang tidak bisa bertahan di jurusanku. Sedih rasanya kita akan kehilangan mereka. Meskipun aku tidak terlalu dekat dengan teman-temanku yang notabennya bermain bergeng, tapi salah satu temanku tidak bisa bertahan disini. Aku mengenal temanku ini karena aku juga tinggal di asrama dan kami sering bercerita tentang jurusan kami yang sulit.

Malam terakhir di villa aku tidak bisa tidur, jadi aku memutuskan untuk bermain uno dengan beberapa temanku termasuk Farhan. Saat aku bermain kartu, aku menyadari satu hal. Farhan baik kesemua perempuan. Karena saat itu, Farhan duduk dekat dengan salah satu teman dekatku dari semester awal. April namanya. Farhan dengan April terlihat sangat dekat, bahkan Farhan memuji April "Rambut lo bagus deh pril" Aku yakin saat ini April sangat senang dipuji oleh salah satu manusia yang lumayan dikenal satu jurusan bahkan sampai kedosen. April hanya membalas dengan balasan basa basi "Makasih ya"  Ya, Farhan baru pertamakali melihat rambut April, karena di kampus April menggunakan penutup kepala as hijab as kerudung. 

Sang raja pun kembali menyontakkan semangatnya menyambut pagi. Itu tandanya hari terakhir kita di villa ini. Sedih rasanya akan berpisah bersama teman-temanku ini dan mulai memikirkan kampus yang sangat membosankan. Hari terakhir ini, kita habiskan dengan bermain berkelompok. Kelompok lomba membakar pada malam pertama dibagi 2 dan kelompok-kelompok itu mendatangi pos-pos yang tiap posnya berbeda permainan. Lagi-lagi aku sekelompok dengan Farhan. Dari kelompok inilah kita semakin dekat, saling berbicara, tertawa dan lagi-lagi aku sadar bahwa dia baik kesemua perempuan. "gaboleh baper yar gaboleeeh" larangku dalam hati. Meskipun saat itu aku mulai menyukainya tapi saat itu juga aku berhenti menyukainya.

Sebenarnya aku sedikit kesal dengan jalan-jalan ini. Karena terlihat jelas sekali geng-geng yang berkuasa disini. Mungkin aku sedikit iri karena sewaktu SMA aku cukup dikenal bahkan oleh kakak-kakak kelasku. heheh pd banget ya. Tapi di SMA geng-geng yang ada tidak membatasi pertemanan mereka dan tidak terlihat menguasai sekolah. Mulai SMA memang aku tidak terlalu suka menjadi anggota geng karena ada kejadian buruk saat di SMP di saat aku mempunyai geng yang berakhir bullying. Bukan, bukan aku yang membully tapi.... Aku di bully saat mendekati UN :)

(Januari 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

YOU (3)